Dalam dunia industri, konstruksi, pergudangan, hingga logistik, penggunaan lifting equipment bukan sekadar soal efisiensi kerja, tetapi juga menyangkut keselamatan. Kesalahan memilih alat angkat dapat berujung pada kerusakan barang, kecelakaan kerja, hingga kerugian besar bagi perusahaan.
Artikel ini akan membahas lebih dari 10 jenis lifting equipment beserta fungsinya, lengkap dengan contoh penggunaan dan panduan singkat agar Anda dapat memilih alat yang tepat sesuai kebutuhan operasional.
Apa Itu Lifting Equipment?
Lifting equipment adalah istilah umum yang mencakup semua peralatan yang digunakan untuk mengangkat, menurunkan, dan memindahkan beban berat secara mekanis. Di Indonesia, kebutuhan akan alat-alat ini terus meningkat seiring berkembangnya sektor infrastruktur. Menemukan pusat lifting yang menyediakan barang berkualitas adalah langkah awal untuk memastikan standar keamanan (K3) terpenuhi.
Jenis-Jenis Lifting Equipment dan Fungsinya
Berikut adalah rincian peralatan yang paling sering digunakan di lapangan:
1. Chain Block (Katrol Rantai)

Chain block adalah alat angkat manual yang bekerja menggunakan sistem rantai dan roda gigi untuk mengangkat beban secara vertikal. Alat ini sangat populer karena sifatnya yang portabel, tidak memerlukan sumber listrik, serta mudah dipasang pada tripod maupun beam.
Chain block umumnya digunakan di bengkel otomotif, area perawatan mesin, serta proyek konstruksi skala menengah yang membutuhkan fleksibilitas dan keandalan alat angkat.
2. Lever Block
Lever block memiliki cara kerja yang mirip dengan chain block karena sama-sama dioperasikan secara manual menggunakan tuas. Namun, alat ini dirancang lebih fleksibel karena mampu menarik dan mengangkat beban baik secara horizontal maupun vertikal.
Keunggulan tersebut membuat lever block sangat efektif digunakan dalam proses penyetelan atau penyesuaian posisi mesin. Dengan kontrol yang lebih presisi, alat ini membantu pekerjaan instalasi dan perawatan mesin menjadi lebih aman dan akurat.
3. Electric Hoist
Bagi industri manufaktur dengan intensitas dan volume pengangkatan yang tinggi, hoist elektrik menjadi solusi yang paling efisien dan andal. Dukungan motor listrik memungkinkan alat ini mengangkat beban berton-ton secara stabil, konsisten, dan dengan tingkat presisi yang lebih baik dibandingkan sistem manual.
Selain meningkatkan produktivitas, penggunaan hoist elektrik juga berperan penting dalam aspek keselamatan kerja. Beban kerja fisik operator dapat dikurangi secara signifikan, sehingga risiko kelelahan, kesalahan operasional, dan kecelakaan kerja dapat diminimalkan.
4. Wire Rope Sling
Wire rope sling terbuat dari pilinan kawat baja berkekuatan tinggi yang dirancang untuk menahan beban berat secara stabil dan aman. Karakter materialnya membuat alat ini memiliki daya tahan tinggi terhadap tekanan, gesekan, serta beban kerja yang berulang.
Alat ini umumnya digunakan untuk mengangkat beban dengan permukaan kasar, tajam, atau bersuhu tinggi yang berisiko merusak sling berbahan tekstil. Karena ketahanannya terhadap abrasi dan potensi putus, wire rope sling banyak dipakai di lingkungan kerja berat seperti konstruksi, pelabuhan, dan industri manufaktur.
5. Webbing Sling (Sling Belt)
Untuk beban dengan permukaan halus atau barang yang sudah melalui proses finishing, seperti pipa yang dicat atau mesin baru, penggunaan webbing sling sangat dianjurkan. Sifatnya yang lembut namun kuat membantu mencegah goresan atau kerusakan pada permukaan barang selama proses pengangkatan.
Webbing sling terbuat dari material poliester berkualitas tinggi yang fleksibel tetapi memiliki daya angkat besar. Kombinasi ini memungkinkan proses lifting berjalan lebih aman, stabil, dan tetap menjaga kondisi fisik barang yang diangkat.
6. Shackle (Segel)
Shackle berfungsi sebagai komponen penghubung antara alat angkat, seperti hook, dengan beban atau sling agar proses pengangkatan berlangsung aman dan stabil. Peran shackle sangat penting karena memastikan beban terdistribusi dengan baik dan tidak mudah terlepas saat diangkat.
7. Hand Pallet
Alat ini merupakan perlengkapan standar di gudang yang digunakan untuk memindahkan barang di atas palet secara horizontal. Dengan mekanisme manual yang sederhana, alat ini memudahkan proses distribusi barang dalam jarak pendek tanpa memerlukan tenaga besar.
Desainnya yang praktis memungkinkan satu operator mengangkat dan memindahkan beban hingga 3 ton dengan relatif aman dan efisien. Karena kemudahan penggunaan dan perawatannya, alat ini menjadi pilihan utama dalam aktivitas bongkar muat harian di gudang.
8. Hand Stacker
Berbeda dengan hand pallet yang hanya berfungsi untuk memindahkan barang secara horizontal, stacker memiliki kemampuan mengangkat dan menyusun barang ke ketinggian tertentu, seperti ke rak penyimpanan. Fitur ini membuat stacker lebih ideal digunakan di gudang yang membutuhkan proses stacking secara vertikal.
Stacker tersedia dalam beberapa varian, mulai dari manual, semi-elektrik, hingga full elektrik, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional dan intensitas kerja. Semakin tinggi tingkat elektrifikasinya, semakin ringan beban kerja operator dan semakin efisien proses pengangkatan barang.
9. Crane (Tower, Mobile, Gantry)

Crane termasuk dalam kategori alat angkat berukuran besar yang dirancang untuk menangani beban berat dalam skala industri. Alat ini mampu memindahkan material dalam radius jangkauan yang luas dengan tingkat presisi tinggi.
Penggunaan crane umum dijumpai di area pelabuhan, proyek konstruksi, hingga pembangunan gedung bertingkat dan pencakar langit. Keberadaannya sangat krusial untuk mendukung efisiensi kerja sekaligus menjaga keselamatan dalam proses pengangkatan beban besar.
10. Winch

Winch adalah alat mekanis yang berfungsi untuk menarik atau menggeser beban secara horizontal dengan memanfaatkan drum yang berputar untuk menggulung tali, rantai, atau kawat baja. Mekanisme ini memungkinkan pemindahan beban berat secara terkendali dan stabil, terutama pada medan yang sulit.
Dalam praktiknya, winch banyak digunakan pada kendaraan off-road untuk evakuasi atau pemulihan kendaraan yang terjebak. Selain itu, winch juga umum ditemukan dalam aplikasi perkapalan dan industri, seperti penarikan kapal, pengaturan posisi muatan, hingga operasi di dermaga.
FAQ
Apa perbedaan utama antara Webbing Sling dan Wire Rope Sling?
Webbing sling terbuat dari kain sintetis (poliester) yang ringan dan tidak merusak permukaan benda, sedangkan Wire Rope terbuat dari baja yang lebih tahan terhadap panas dan gesekan benda tajam.
Mengapa inspeksi lifting gear harus dilakukan secara berkala?
Karena material alat angkat mengalami kelelahan logam (metal fatigue) atau degradasi serat. Inspeksi bertujuan mendeteksi kerusakan dini sebelum terjadi kecelakaan fatal.


Add comment
You must be logged in to post a comment.